Sekitar 1 bulan yang lalu ada sebuah pre-school yang memanggil saya untuk interview mengajar di sana *saya memang bercita-cita menjadi guru, by the way*. Sayangnya pre-school yang (katanya) sebuah sekolah nasional plus ini mengecewakan saya karena..... meminta saya melepas jilbab saya ketika mengajar.
Ok, tapi saya tidak mau membahas masalah tuntutan untuk melepas jilbab ini. Saya sendiri udah males untuk cerita mengenai hal itu.
Yang mau saya ceritakan di sini adalah keputusan saya untuk berjilbab *serius nih... serius kali ini*. Saya memutuskan untuk menutup rambut dan bagian-bagian tubuh yang sebelumnya terbuka ini hampir 3 tahun yang lalu, tepatnya setelah Idul Fitri tahun 2006. Kalau saya ditanya kenapa akhirnya saya mengucap "bismillah, ok saya berjilbab", banyak bgt alasannya. Tapi dari beberapa alasan itu yg terkuat adalah ketika saya menyadari betapa Allah SWT sesungguhnya sangat menyayangi saya, tapi saya aja yang ga sadar dengan kasih sayang-Nya.
Selama ini saya tuh ngga sadar klo ternyata Tuhan sayang banget sama saya. Segala macam kemudahan dan kenikmatan saya dapat, contohnya saya punya keluarga yang luar biasa sayang sama saya, saya punya teman2 yang sangat baik, saya jarang sakit, saya bisa sekolah, saya punya pakaian yang sangat layak, makan saya teratur 3x sehari dengan menu yang enak-enak, dan berbagai kenikmatan lainnya. Kemudian pada Ramadhan tahun 2006 lalu, saya tersentak dengan sebuah acara di TV yang membahas tentang jilbab. Jilbab itu dalam agama saya, wajib dipakai oleh perempuan yang sudah mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya. Yang membuat saya tersentak kaget dan merasa "tertampar" adalah bahwa sesungguhnya perintah memakai jilbab adalah tidak lain untuk melindungi wanita itu sendiri.
nah..klo yang ini penampakan saya yang sekarang. Much better, huh??? *hahahahahhaha... najong, narsis parah!!!! *
Sungguh, saya tidak bermaksud menggurui kalian yang membaca postingan ini. Saya hanya ingin berbagi pengalaman berharga yang saya dapat di Ramadhan 3 tahun lalu. Alhamdulillah, Allah sudah membuka hati saya untuk menerima hidayah. Hehe... saya jadi ingat ucapan teman saya yang mengatakan bahwa hidayah itu bukan untuk ditunggu, tapi dicari. Kadang hidayah itu udah ada di atas kepala kita, di sekeliling mata hati kita. Hanya saja kita belum mau membuka hati untuk menerima kehadiran hidayah tersebut. Sekali lagi, ini bukan untuk menggurui yaaa...sekedar sharing aja kok ^_^.
Selama ini saya tuh ngga sadar klo ternyata Tuhan sayang banget sama saya. Segala macam kemudahan dan kenikmatan saya dapat, contohnya saya punya keluarga yang luar biasa sayang sama saya, saya punya teman2 yang sangat baik, saya jarang sakit, saya bisa sekolah, saya punya pakaian yang sangat layak, makan saya teratur 3x sehari dengan menu yang enak-enak, dan berbagai kenikmatan lainnya. Kemudian pada Ramadhan tahun 2006 lalu, saya tersentak dengan sebuah acara di TV yang membahas tentang jilbab. Jilbab itu dalam agama saya, wajib dipakai oleh perempuan yang sudah mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya. Yang membuat saya tersentak kaget dan merasa "tertampar" adalah bahwa sesungguhnya perintah memakai jilbab adalah tidak lain untuk melindungi wanita itu sendiri.
Saya tidak berbicara perlindungan seperti superhero yang bisa melindungi dari kejahatan, walaupun ada benarnya juga bahwa perempuan yang berjilbab cenderung akan lebih terlindungi dari kejahatan (insyaallah). Saya berbicara perlindungan bagi tubuh perempuan dari sisi medis. Saya baru tau dari acara tersebut bahwa perempuan lebih besar untuk beresiko terkena kanker kulit daripada laki-laki. Dibandingkan dengan laki-laki, kandungan melanin (pigmen kulit) dalam tubuh perempuan lebih sedikit. Melanin inilah yang akan berfungsi sebagai penyerap panas dari sinar matahari. Untuk mencegah perempuan terkena kanker kulit, maka Allah melindungi perempuan dengan memerintahkan berjilbab. Saya bener-bener tersentak dengan alasan logis dan sangat ilmiah ini.
Kalau kita kembali ke sudut pandang agama, memakai jilbab bagi perempuan adalah bukti ketaatan kita menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan. Tapi Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang kok... Ia memerintahkan sesuatu bukan hanya sekedar perintah, tapi pasti ada kebaikan di dalamnya dan kebaikan itu buat kita juga, kaum perempuan. Lagipula saya berpikir, selama ini Tuhan banyak memberikan kebaikan dan kemudahan pada saya, masa sih saya diminta berjilbab aja susah. Padahal itu untuk kebaikan saya juga :)
Ini penampakan saya (yg di depan, kedua dari kanan) jaman dulu hihihi
Kalau kita kembali ke sudut pandang agama, memakai jilbab bagi perempuan adalah bukti ketaatan kita menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan. Tapi Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang kok... Ia memerintahkan sesuatu bukan hanya sekedar perintah, tapi pasti ada kebaikan di dalamnya dan kebaikan itu buat kita juga, kaum perempuan. Lagipula saya berpikir, selama ini Tuhan banyak memberikan kebaikan dan kemudahan pada saya, masa sih saya diminta berjilbab aja susah. Padahal itu untuk kebaikan saya juga :)
Ini penampakan saya (yg di depan, kedua dari kanan) jaman dulu hihihi
nah..klo yang ini penampakan saya yang sekarang. Much better, huh??? *hahahahahhaha... najong, narsis parah!!!! *Sungguh, saya tidak bermaksud menggurui kalian yang membaca postingan ini. Saya hanya ingin berbagi pengalaman berharga yang saya dapat di Ramadhan 3 tahun lalu. Alhamdulillah, Allah sudah membuka hati saya untuk menerima hidayah. Hehe... saya jadi ingat ucapan teman saya yang mengatakan bahwa hidayah itu bukan untuk ditunggu, tapi dicari. Kadang hidayah itu udah ada di atas kepala kita, di sekeliling mata hati kita. Hanya saja kita belum mau membuka hati untuk menerima kehadiran hidayah tersebut. Sekali lagi, ini bukan untuk menggurui yaaa...sekedar sharing aja kok ^_^.
Cheers








1 comments:
...duuuhhh...non.. selamat ya non.. semoga non selalu diberi perlindungan dari Allah SWT... ami ya robbal alamin...
Post a Comment