waaahhh...lama juga saya ngga nulis di blog *ngomong2 tampilan blog saya udah berubah nih, hasil otak-atik sana-sini ^_^*
nah...hari ini adalah hari ulangtahun Jakarta, kota tempat saya lahir, besar, bersekolah (ga sepenuhnya masa sekolah saya di Jakarta siiih), dan bekerja. Udah tua juga nih ibukota, 482 tahun umurnya. Hmmm...hari ini saya mau ngeluarin unek-unek ttg 2 hal yang membuat saya sebel sama Jakarta.


Ngga lengkap rasanya klo ngomongin Jakarta
tanpa
ngomongin banjirnya
juga. Yeah...bencana banjir sih udah ga
aneh lagi buat warga Jakarta dan sekitarnya. Buruknya
sistem saluran air dan sampah yang dibuang seenaknya aja di sungai, membuat keadaan jadi tambah buruk. Pemerintah DKI memang (katanya) sedang mengupayakan penanggulangan banjir dengan membuat banjir kanal barat. Haha..kita liat aja nanti, bagaimana usaha pemerintah DKI menanggulangi banjir.

Tapi rasanya ga adil juga klo kita hanya menunggu usaha pemerintah DKI menanggulangi banjir. Kenapa bukan kalian (hahaha..saya sih warga
Tangerang, tapi saya juga peduli sama Jakarta kok..^_^) yang juga ikut membantu pemerintah DKI? Bantuan itu bisa dimulai dari hal yang kecil contohnya, buang sampah jangan sembarangan main lempar ke kali dan please para pendatang yang ga punya rumah di Jakarta jangan tinggal di bantaran kali!!!
Dengan kesadaran setiap warga Jakarta untuk menjaga kotanya sendiri, maka insyaallah deh masalah banjir di Jakarta bisa sedikit demi sedikit diatasi.
Yang khas dari Jakarta adalah MACET. Ya Tuhan...luar biasa kemacetan di Jakarta

dari hari ke hari. Pemerintah DKI sih udah berupaya mengatasi
kemacetan di Jakarta dengan membangun jalur busway, tapi rasanya belum cukup yah untuk mengurangi kemacetan. Karena warga Jakarta atau mereka yang bekerja di Jakarta masih lebih suka memakai kendaraan pribadi sebagai alat transportasi sehari-hari (terutama motor!!!).
Mungkin akan lebih baik kalau pemerintah DKI dan Dephub memperbaiki

angkutan umum di Jakarta supaya bisa lebih nyaman dari yang ada sekarang. Saya sendiri adalah pemakai kendaraan umum sejati *ya iya laah...lha saya ngga punya motor atau mobil hehehehe* dan merasa sangat ngga nyaman naik angkutan umum di Jakarta. Metromini atau Kopaja tuh udah kaya kaleng krupuk. Banyak bagian dalamnya udah terkelupas dengan besi-besi tajam yang bisa melukai penumpang. Udah gitu sopir-sopirnya sangat seenaknya bawa kendaraan. Berhenti di sembarang tempat, nunggu penumpang 15 menit di setiap spot pemberhentian. Bener2 buang waktu. Dan bukan hanya metromini dan kopaja yang begitu ulahnya, bus AC atau PPD juga sama aja, LAMA!!!!
Saya ngerti para sopir ini ngejar setoran, tapi mungkin karena kelamaan berenti di jalan inilah yg membuat orang2 lebih suka bawa motor sendiri daripada naik metromini atau bus umum untuk pergi ke mana2, karena dengan naik motor jd lebih cepet.
yaaa..2 hal inilah yg bikin saya suka emosi kerja di Jakarta. Tapiiii...biar gimana pun, saya tetep mencintai kota ini (hahahaha...kaya lagunya siapa gitu yah?? "benci tapi cinta" *halah...*). Di kota inilah saya lahir dan menghabiskan sebagian besar hidup saya. Walaupun pada akhirnya saya menyingkir tinggal di Tangerang, tapi bagi saya, Jakarta tetap kota yang akan saya sebut sebagai hometown :)
*jia elah..si mpok, pake nyebut hometown!!! bilang aje kampung halaman (bahasa betawi mode: on)*
cheers..^_^








0 comments:
Post a Comment