Duuuuhhh...lama banget ga nulis, padahal di kepala ini udah banyak banget yg mau diceritain. Hehe..saya lagi bener2 hectic dengan profesi baru. Sekarang saya sudah jadi "the real teacher". Maksudnyaaa... saya yang tadinya cuma jadi guru klo hari Sabtu ajah dan hanya di tempat les, sekarang udah ngajar tiap hari di sekolahan pula. That's why now I'm proudly to say that I'm a real teacher.
Ngajar adalah cita-cita saya sejak kecil. Dulu waktu kecil, profesi guru adalah jawaban standar yang akan diutarain anak2 ketika ditanya apa cita2nya. Tapi bagi saya, ini bukan hanya sekedar jawaban standar saya ketika ditanya oleh orang lain apa cita2 saya. Sejak kecil sampai besar (yaaa...walaupun ketika kuliah pernah bercita2 jadi jurnalis jg), jawaban saya selalu sama. Saya ingin jadi guru.
Ketika saya lulus kuliah dari sastra Jerman, alhamdulillah saya ditawari ngajar bahasa Jerman di kampus. Pekerjaan pertama yang sangat menyenangkan. Saya bisa menyalurkan dan mengamalkan ilmu yang saya punya, yaitu bahasa Jerman kepada orang lain yang mau belajar bahasa bangsa Arya ini.
Kemudian saya juga ternyata dapat pekerjaan lain di luar mengajar, yaitu jadi jurnalis untuk majalah sebuah perusahaan minyak yang cukup OK. Awalnya saya menikmati pekerjaan tersebut, karena saya juga hobi menulis. Tapiiii...lama kelamaan saya bosen dengan pekerjaan itu. Setiap hari saya hanya diburu deadline. Kesenangan yang awalnya saya rasain ketika menulis untuk majalah kemudian luntur gitu aja karena bosen. Saya bosen dengan rutinitas nulis majalah, saya bosen nulis dengan gaya yang sama, dan saya bosen dengan lingkungannya.
Hal yang berbeda saya dapat klo saya mengajar di hari sabtu. Entah karena pekerjaan ini hanya dilakukan seminggu sekali atau memang ini adalah dunia saya, saya merasa sangat enjoy ketika mengajar. Ada kepuasan batin yang ngga terkira ketika saya berhadapan dengan murid2 saya di kelas, ngajarin bahasa yang sama sekali baru bagi mereka, mulai dari cara membaca hingga membuat kalimat yang benar, dan liat mereka dapat membuat kalimat bahasa Jerman dengan benar dan tepat sangat menyenangkan bagi saya. Ada kepuasan yang ngga ternilai ketika murid2 saya bisa berbicara bahasa Jerman walaupun dalam kalimat sederhana, dan murid2 saya juga kemudian ngajarin orang lain bahasa Jerman yang telah ia pelajari dari saya.
Kesenangan ini yang saya cari. Ini yang saya harapkan ketika saya bekerja, yaitu kepuasan batin. Saya ga munafik, saya juga butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi saya kira nasib guru saat ini sudah mulai membaik, terutama di kota besar *walaupun ada guru2 di kota kecil yang masih harus dibayar dengan beras dan sayuran saja, pak Presiden... tolong perhatikan lagi nasib guru2 di kota kecil yaaaa :) *
Karena itulah saya kemudian memberanikan diri untuk resign sebagai jurnalis dan ingin total berprofesi sebagai guru. Walaupun beberapa orang bilang bahwa gaji yang saya dapat jika jadi guru akan lebih kecil, walaupun orang bilang kerjaan saya sebagai jurnalis oil company tuh keren banget, tetep aja saya maunya jadi guru. Titik.
Dan akhirnya kesempatan itu datang ketika saya dapat panggilan untuk interview di sebuah sekolah Islam dengan metode belajar yang sangat baik dan menyenangkan (promosi mode: on hahahhahaha..). Setelah menjalani berbagai macam tes dan interview yang bikin deg2an, akhirnya hari gembira itu datang. Pihak sekolah menghubungi saya dan bilang: "bu Henny, kami tertarik untuk menjadikan ibu sebagai salah satu pengajar di sekolah kami".
Alhamdulillah.... cuma itu yang bisa saya ucapin saat itu, karena ini adalah mimpi saya, cita-cita saya, menjadi guru!!! I've got what I want. Now, here I am. English and German teacher. They call me Miss Henny from Monday-Friday. And Saturday, I have the other students who call me Frau Henny.
How lucky I am :)
I am a teacher
Label:
I think
- Saturday, July 11, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)








1 comments:
dulu waktu kelas 2 SD, ketika ditanya cita-cita saya apa..
saya jawab dgn tegas: Pahlawan Pembela kebenaran..!! :D..
skrg malah jadi perantau... perantau yg hobi mmbuat anak-anak kecil tertawa... :D
Post a Comment