Allah sayang padaku


Rabu, 23 Des. 2009, 21:40

Sudah 2 jam aku duduk di depan laptop ini, mendengarkan lagu2 mellow khas orang patah hati. Sambil memandangi foto teman-temanku yang begitu ceria dengan dunianya. Ada yang berfoto dengan teman-temannya, dengan pacarnya, dengan mamanya. Semua senang, gembira, tidak tersirat kesedihan di mata mereka. Aku?? Ya, bisa dibilang aku sedang tidak bergembira. Aku sakit, hatiku tepatnya yang sakit.

Playlist di mp3 laptopku memutar lagu lama era ayahku. Lagu berjudul Tuhan, yang begitu sering terdengar di beberapa mall hanya jika bulan Ramadhan, mengalun.

Tuhan..
Tuhan Yang Maha Esa

Tempat aku memuja
Dengan segala doa
...

Aku jauh, Engkau jauh
Aku dekat, Engkau dekat
Hati adalah cermin Tempat pahala dan dosa bertarung
...

Tanpa bisa kubendung, aku menangis sejadi-jadinya mendengar lagu ini. Setiap bait, setiap kata, frasa, dan kalimat kuresapi dalam-dalam maknanya. Lagu-lagu mellow ala MTV atau karangan hebat Melly Goeslaw sekalipun tidak bisa membuatku sampai menangis seperti ini.

Kemudian aku berkaca, bertanya pada hatiku sendiri. Ya Allah, apa yang telah kulakukan selama ini? Penyebab sedihnya hatiku, sakit hatiku, tidak lain karena aku terlalu sering berharap pada cinta manusia. Bukan cinta yang murni, bersih, dan indah dari Allah. Aku malu. Jarang dalam setiap doaku aku memohon untuk selalu dicintai oleh-Nya. Jarang dalam setiap permohonanku meminta untuk selalu disayang oleh-Nya. Padahal sungguh, tidak ada cinta dan sayang seindah cinta yang Allah berikan kepada makhluk-makhlukNya.

Ah, kini ku mengerti. Masalah yang sama yang selalu diujikan padaku ternyata adalah cara Allah menyayangiku. Aku paham, Allah SWT sangat sayang padaku dan ingin aku naik kelas dengan nilai yang sangat baik, mungkin aku bisa dapat 100 (angka yang biasa kuberikan kepada murid2ku dengan hasil ujian excellent). Hahaha...bodohnya aku, kenapa aku tidak mengerti makna dibalik semua kesedihan ini. Bukankah dibalik kesulitan akan ada kemudahan? Itu kan yang dijanjikan Allah dalam surat Al Insyirah?

Tidakkah telah Kami lapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan bebanmu dari padamu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami meninggikan bagimu sebutan (nama)mu. Sebab sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan. Maka, apabila kamu telah selesai, (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Q.S. Al Insyirah: 1-8)

Ini jawaban atas kesedihanku, jawaban atas segala pertanyaan yang selama ini terus berputar dalam kepalaku. Cape memang, jika hanya berharap pada manusia. Sangat melelahkan jika menyelesaikan masalah hanya dengan menangis dan bertanya-tanya "kenapa ini selalu terjadi padaku?".

Aku mengerti. Ya, kini aku mengerti. Perlahan ku tarik nafas dan kuhembuskan perlahan. Sesak di dadaku perlahan berkurang. Karena aku kini bisa memahami sepenuhnya, bahwa Allah sayang padaku :)

0 comments:



Post a Comment