Letter to God


Dear God,

Right now on new year's eve, I sit in front of my laptop. 2010 will come in a few hours. I pray and hope to You so deep that my wish will come true. Please... let me reach my dream. Let me go to the land of Bastian Schweinsteiger or Michael Ballack (why should be the name of soccer players? Why not Heinrich Heine? hahahaha). Let me feel the smell of the books from the library in there.


I really hope You will hear my pray (I believe You've heard that). I have a promise. If You give me a chance to get that scholarship and go there, I promise, I will show the beauty of Islam to the people who haven't known the beauty of Islam yet. Please, my dear God. I know You love me :)

Sincerely Yours

Sedikit cerita tentang bahasa sunda

Pernahkah kalian bertanya-tanya sendiri, apa bahasa pertama di dunia? Pernahkah kalian memikirkan ada berapa banyak bahasa di dunia? oww..ok, kayanya kebanyakan deh kalo kita mencoba menghitung ada berapa banyak bahasa di dunia.

Mari kita lihat di negara kita sendiri, Indonesia. Dengan beragam suku bangsa dan beribu pulau yang dimiliki, kebayang dong betapa beragamnya bahasa daerah yang ada di Indonesia?! Menurut om Wikipedia, Bahasa Indonesia adalah varian bahasa melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca (bahasa pemersatu) di nusantara. Sampai saat ini, bahasa Indonesia masih terus mengalami perkembangan karena terpengaruh oleh bahasa lain, yaitu bahasa asing dan bahasa daerah.

Ngomong-ngomong soal bahasa daerah, postingan saya kali ini mau membahas soal beragamnya bahasa daerah yang ada di Indonesia. Kita ambil contoh kecil di pulau jawa aja deh. Pulau jawa sendiri terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Nah...di Jawa Barat ada beragam bahasa Sunda yang digunakan oleh penuturnya. Anyway, berhubung saya orang Sunda dan hanya mengerti bahasa Sunda, jadi tolong dimaapkeun karena saya hanya membahas keragaman bahasa Sunda di sini. Hehehe kalo saya ngerti bahasa Makassar, saya dengan senang hati akan membahasnya. Beneraaaaaaan!!! :D

Ok, balik lagi ke pembahasan kita. Lagi-lagi menurut om Wikipedia, bahasa Sunda memiliki dialek yang berbeda. Dialek (basa wewengkon) bahasa sunda beragam, mulai dari dialek Sunda-Banten, hingga dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mulai tercampur bahasa Jawa. Para pakar biasanya membedakan enam dialek yang berbeda. Dialek Barat dipertuturkan di wilayah Banten selatan. Dialek Utara mencakup daerah sunda utara termasuk Bogor dan beberapa bagian di pantura. Lalu dialek Selatan adalah dialek Priangan yang mencakup kota Bandung dan sekitarnya. Sementara itu dialek Tengah-Timur adalah dialek di sekitar Majalengka. Dialek Timur Laut adalah dialek di sekitar Kuningan dan dipertuturkan juga di beberapa bagian wilayah Brebes, Jawa Tengah. Dan akhirnya dialek Tenggara adalah dialek sekitar wilayah Ciamis.

Bahasa Sunda karena terpengaruh bahasa Jawa yang mengenal tingkatan, juga mengenal undak-usuk atau tingkatan berbahasa. Dalam bahasa Sunda kita mengenal basa lemes (bahasa halus), basa sunda loma (yaa..ini lebih casual karena digunakan untuk temen atau orang yang udah akrab banget). Banyak orang salah nih tentang basa Sunda loma, karena menganggap basa Sunda loma adalah bahasa kasar. Padahal basa Sunda loma memang menjadi bahasa yang biasa dipakai oleh orang-orang di wilayah Banten dan sekitarnya. Bagi orang Banten, bahasa mereka tidak kasar, tapi kalo orang Bandung atau wilayah priangan lain mendengar bahasa mereka, maka akan terdengar kasar. Justru inilah keunikannya kan?

Contoh:
Basa loma: ajang, keur, pikeun
Basa lemes (halus) keur sorangan (untuk sendiri): kanggo
Basa lemes (halus) keur ka batur (untuk orang lain): haturan

*Err...subtitle, please!!*
Hahahaha...ok, jadi terjemahan Indonesianya adalah "untuk" :D

See...betapa menarik kalo kita mempelajari bahasa!! Banyak keunikan yang akan kita temui. Masih berhubungan dengan bahasa Sunda, terus bagaimana dengan wilayah Cirebon yang letaknya di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah? Bagaimana bahasa mereka?

Nah ini nih yang menarik. Kalo saya mau pulang kampung ke Majalengka, saya lebih sering lewat Cirebon dengan naik kereta. Ketika saya di stasiun Cirebon, mulai deh terdengar bahasa yang asing di telinga saya (buat ayah saya sih ngga asing, dia bisa bahasa Cirebon, boss!!!). Ini unik karena bahasa Cirebon sendiri terdengar jauh berbeda dari bahasa Sunda, tapi ngga sepenuhnya mirip dengan bahasa Jawa. Mereka punya kosakata dan logat sendiri yang "Cirebon banget". Saya sendiri ngga ngerti bahasa Cirebon, tapi saya nyari lirik lagu berbahasa Cirebon nih (ini saya bolak-balik nanya ayah saya apa artinya hihihihi).

Akeh wong padha kedanan masakan,
akeh wong padha kelingan pelayan
Ora klalen kesopanan ning sekabeh lelangganan.

Yen balik tas jalan-jalan mingguan
mumpung bae tas gajian kaulan
Warung pojok go ampiran etung etung kenalan
Tobat dhendhenge emi rebuse,
sega gorenge dhaginge gedhe gedhe

*Uhmm .... ini artinya apa Henn?* Hehehe ga usah pake subtitle yah...biar kalian meresapi kekayaan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia :D

Ok, kayanya segini dulu deh postingan saya tentang bahasa daerah, Sunda khususnya. Saya nulis ini karena kecintaan saya terhadap bahasa. Ngga hanya bersemangat belajar bahasa asing, saya juga mencintai bahasa nasional saya dan bahasa Sunda sebagai bahasa daerah tanah kelahiran orangtua saya. Hapunten pisan (maap banget) kalo ada kekurangan dalam tulisan saya. Saya sangat senang kalo ada masukan.

Cheers ^_^

So ist das meine Familie (begitulah keluarga saya)

Kalian pasti punya cerita sendiri tentang keluarga kalian kan? Sama!! saya juga. Saya terlahir sebagai keturunan USA alias Urang Sunda Asli :D. Mungkin beberapa dari kalian sadar bahwa hampir semua orang sunda hobinya becanda. Keluarga besar saya juga begitu. Kalo kita lagi kumpul, tuh Opera Van Java kalah lucu deh sama lawakan-lawakan sodara2 saya.

Begitu juga dengan orangtua saya. Yaa..aslinya sih ga tega ngetawain orangtua sendiri, tapi kumaha atuuh..si ibu saya mah kadang suka lucu pisan hehehehe. Beliau tuh sering banget kalo ngomong lidahnya pabalieut (err...apa yah terjemahan bahasa Indonesia nya?? ribet? belibet?? haaaah...pokoknya itu lah :D). Nih contoh percakapan kita:

Ibu: Hen, itu donat yang di puri mall enak. Beli lagi atuh.
Saya: donat yang mana (jawab ngasal sambil nonton tv)
Ibu: Ituu...donat delco eh.. naon teh namanya?
Saya: Hah?? (berpikir keras...sejak kapan ada merek donat delco??)
Ibu: iiih...itu yang minggu kemaren dibeliin si Aa (abang saya, kan kita orang sunda :D)
Saya: Ooooo...Jco!!! huahahahhahahaha

Nah, itu baru ibu saya, belom kakak2 saya, belom om saya (ayah saya malah ga lucu, tapi suka ngetawain kelucuan dan kebodohan saya terutama).

Ayah saya justru bukan tipikal orang sunda yang hobi ngelucu, tapi hobi nyanyi!! Asli, suaranya bagus. Apalagi kalo lagi nyanyi lagu2 sunda, berasa kaya lagi di resto saung kuring hahahhaha. Menurut ayah saya, dulu waktu bayi sampe balita, saya belum bisa tidur kalo belum dinyanyiin lagu sunda sama ayah saya. Jadi nina bobo saya waktu kecil ya lagu2 sunda. Ada satu lagu yang terus dinyanyiin berulang2 kalo saya mau tidur, judulnya "ayun ambing". Pas saya udah gede dan denger lagi lagu itu versi mp3 nya, emang enak banget lagunya. Rasanya damai...tenang..tentram (halah....:D)

So, begitulah keluarga saya. Nah sekarang keponakan saya yang umurnya 3 tahun mulai ketularan gokil ala keluarga saya. Hahahaha I really love my family. How about you?

Cheers ^_^

Great life in 2009

Hey...new year is getting closer :)

Banyak orang ribet bikin resolusi untuk tahun baru, tahun 2010. Saya?? hmm...saya malah bingung kalo ditanya apa resolusi saya untuk tahun depan. Membuat resolusi, menurut saya, adalah membuat perubahan signifikan dalam kehidupan seseorang untuk waktu yang akan datang. Kalau mau berubah ke arah yang lebih baik, kenapa ngga membuat resolusi harian aja? Kenapa harus nunggu sampai berganti tahun terus bikin resolusi?

Saya sendiri pernah ikut-ikutan bikin resolusi di awal tahun. Hasilnya? It doesn't works :)) hahaha. Soalnya (jujur) saya suka ga konsisten ngejalaninnya hihihi. Makanya saya suka males bikin resolusi awal tahun. Enakan bikin resolusi harian, lebih gampang ngejalaninnya.

But this 2009 is such a great year for my life. Banyak kejadian menyenangkan, sedih, berita gembira, marah-marah, dan berbagai rasa lainnya di tahun ini. Di tahun ini saya mendapat dua pekerjaan yang memang saya suka dan cintai. 6 bulan pertama tahun 2009, saya kerja jadi jurnalis. Pekerjaan yang begitu saya sukai karena nyambung sama hobi saya yang suka nulis. But then I quit. Setelahnya saya kerja jadi guru, pekerjaan yang sampai hari ini nggak habis-habisnya saya syukuri nikmatnya. Saya bersyukur diterima untuk menjadi guru di sekolah yang begitu luar biasa "mendidik" saya. Asal tau aja, saya ngga hanya ngajar di sini, tapi saya juga banyak belajar dari sekolah ini, dari teman2 pengajar lain, dan dari murid2 saya. me and some of my students :)

Di tahun ini juga saya dapet berita gembira, walaupun belum jadi kenyataan, but I really wish it will come true. *Berita gembira apaan sih??* Eitsss...nanti ajah klo udah jadi kenyataan. Soalnya kalo kata orang sunda mah pamali dibilang-bilangin duluan hehehehe.

Yeah...what a year!! How about you?

Cheers ^_^

Allah sayang padaku


Rabu, 23 Des. 2009, 21:40

Sudah 2 jam aku duduk di depan laptop ini, mendengarkan lagu2 mellow khas orang patah hati. Sambil memandangi foto teman-temanku yang begitu ceria dengan dunianya. Ada yang berfoto dengan teman-temannya, dengan pacarnya, dengan mamanya. Semua senang, gembira, tidak tersirat kesedihan di mata mereka. Aku?? Ya, bisa dibilang aku sedang tidak bergembira. Aku sakit, hatiku tepatnya yang sakit.

Playlist di mp3 laptopku memutar lagu lama era ayahku. Lagu berjudul Tuhan, yang begitu sering terdengar di beberapa mall hanya jika bulan Ramadhan, mengalun.

Tuhan..
Tuhan Yang Maha Esa

Tempat aku memuja
Dengan segala doa
...

Aku jauh, Engkau jauh
Aku dekat, Engkau dekat
Hati adalah cermin Tempat pahala dan dosa bertarung
...

Tanpa bisa kubendung, aku menangis sejadi-jadinya mendengar lagu ini. Setiap bait, setiap kata, frasa, dan kalimat kuresapi dalam-dalam maknanya. Lagu-lagu mellow ala MTV atau karangan hebat Melly Goeslaw sekalipun tidak bisa membuatku sampai menangis seperti ini.

Kemudian aku berkaca, bertanya pada hatiku sendiri. Ya Allah, apa yang telah kulakukan selama ini? Penyebab sedihnya hatiku, sakit hatiku, tidak lain karena aku terlalu sering berharap pada cinta manusia. Bukan cinta yang murni, bersih, dan indah dari Allah. Aku malu. Jarang dalam setiap doaku aku memohon untuk selalu dicintai oleh-Nya. Jarang dalam setiap permohonanku meminta untuk selalu disayang oleh-Nya. Padahal sungguh, tidak ada cinta dan sayang seindah cinta yang Allah berikan kepada makhluk-makhlukNya.

Ah, kini ku mengerti. Masalah yang sama yang selalu diujikan padaku ternyata adalah cara Allah menyayangiku. Aku paham, Allah SWT sangat sayang padaku dan ingin aku naik kelas dengan nilai yang sangat baik, mungkin aku bisa dapat 100 (angka yang biasa kuberikan kepada murid2ku dengan hasil ujian excellent). Hahaha...bodohnya aku, kenapa aku tidak mengerti makna dibalik semua kesedihan ini. Bukankah dibalik kesulitan akan ada kemudahan? Itu kan yang dijanjikan Allah dalam surat Al Insyirah?

Tidakkah telah Kami lapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan bebanmu dari padamu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami meninggikan bagimu sebutan (nama)mu. Sebab sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan. Maka, apabila kamu telah selesai, (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Q.S. Al Insyirah: 1-8)

Ini jawaban atas kesedihanku, jawaban atas segala pertanyaan yang selama ini terus berputar dalam kepalaku. Cape memang, jika hanya berharap pada manusia. Sangat melelahkan jika menyelesaikan masalah hanya dengan menangis dan bertanya-tanya "kenapa ini selalu terjadi padaku?".

Aku mengerti. Ya, kini aku mengerti. Perlahan ku tarik nafas dan kuhembuskan perlahan. Sesak di dadaku perlahan berkurang. Karena aku kini bisa memahami sepenuhnya, bahwa Allah sayang padaku :)

Ruang Fasilitator

Aku duduk menghadap pintu kayu berkaca luas itu, menatap satu persatu sosok yang masuk dan keluar ruang fasilitator. Di luar ruang, beberapa muridku bernapas lega. Entah mereka benar-benar lega atau hanya sekedar melepas lelah setelah duduk selama satu setengah jam mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia.

Jeglek...pintu dibuka. Masuklah Mrs Pia, pengajar Biologi, mengenakan masker di hidungnya karena sedang flu. Rupanya Mrs Pia tertular flu dariku. Berjalan cepat, tegap, dengan tubuhnya yang memiliki tinggi proporsional, membuatnya terlihat seperti polisi wanita. Kalau Mrs Pia tidak memakai jilbab, mungkin akan cocok sekali seragam polwan itu di tubuhnya. Baiklah kita lupakan bu Pia dan seragam polwan khayalanku :). Mrs Pia duduk di sebelahku dan kelihatan sibuk sekali, tentu saja karena besok jadwalnya ujian Biologi.

Pandanganku teralih pada perempuan yang duduk di depanku. Miss Mira namanya. Mengajar Social Studies dengan Mr. Gusman. Ingin tau bagaimana sosok Miss Mira? Dia cantik, anggun, dan modis. Gaul pula. Sejak tadi pagi Miss Mira tidak berhenti mengucapkan kata "Aduh.." atau "kok begitu sih, sayang?". Eitsss...jangan mikir yang aneh2 dulu, kita sedang di ruang fasilitator ini!! Miss Mira sedang mengoreksi kertas jawaban ujian murid-murid dan tidak berhenti mengucapkan dua kalimat tersebut jika jawaban anak-anak salah.

Perhatianku beralih ke sebelah kiri Miss Mira, yaitu partner mengajar Miss Mira di Social Studies. Mr. Gusman namanya. Ok, sekarang ia sedang menelepon seseorang. O iya, sebelum menelepon, ia mengeluhkan jerawat yang tumbuh di atas bibirnya. Harap dicatat, sepanjang aku mengenal Mr. Gusman, baru kali ini aku melihatnya berjerawat. Mungkin sedang ada yang dipikirkan olehnya. Selesai menelepon dengan handphonenya, Mr. Gusman pindah menelepon dengan menggunakan telepon sekolah yang letaknya di meja dekat komputer Mr. Staien.

Ah yaa...masih ada fasilitator lain yang belum kuceritakan. Padahal sejak tadi ia duduk tenang, damai, dan anteng di depan komputernya. Entah apa yang sedang ia kerjakan dengan komputernya. Mr. Staien, pengajar Bahasa Indonesia, bertubuh kecil untuk ukuran laki-laki Indonesia, berwajah sedikit galak, suaranya keras, dan jika dia berbicara, maka kau akan tau dia berasal dari mana. Logat Cirebonnya sangat kental dalam setiap pengucapan katanya.

Bergeser ke kiri dari Mr. Staien, ada Mr. Ical sedang berbicara serius dengan Mrs. Rasyid. Mr. Ical adalah kepala sekolah tempatku bekerja. Sosoknya mengingatkanku pada karakter pada serial kartun anak yang pernah ku saksikan ketika kecil, tapi aku lupa namanya. Mr. Ical orang yang sangat bersemangat, humoris, selalu berpikir positif terhadap segala sesuatu. Sedangkan Mrs. Rasyid, oww..aku sangat menghormati beliau. Bijaksana, energik untuk perempuan seusianya, dan selalu haus untuk belajar. Sampai-sampai aku suka malu sendiri jika aku begitu malas belajar.

Di ujung sebelah kiriku ada Miss Ganis, pengajar Kimia. Sejak tadi pagi nervous, senewen, gugup karena hari ini jadwal ujian kimia. Miss Ganis takut sekali anak-anak tidak bisa menjawab soal-soal ujian. Sekarang ujian kimia telah selesai dan Miss Ganis sedang mengoreksi lembar jawaban mereka. Sama dengan Miss Mira, sejak awal mengoreksi Miss Ganis tidak berhenti menggelengkan kepala ketika tahu hasil yang didapat anak-anak. Betapa pekerjaan menjadi seorang guru adalah pekerjaan menguras otak dan tenaga. Murid-murid kami ujian, gurunya ikut stress dan senewen. Takut mereka tidak bisa mengerjakan soal.

Sejak tadi aku hanya mengamati orang-orang yang keluar masuk ruang fasilitator? Tentu saja tidak sekedar mengamati, tapi aku juga terkadang sok tau menebak-nebak apa yang ada dalam pikiran mereka. Aku senang mengamati orang lain, senang melihat ekspresi wajah yang berbeda-beda pada setiap orang. Ekspresi wajah mencerminkan isi hati kan?

Ah...hujan turun sekarang. Dan aku masih terus menatap layar netbook ku sambil mendengarkan alunan denting piano dari Bella's Lullaby.

Saya itu cantik, tauu!!!

Kemarin saya nonton dvd Penelope (iya saya ngaku, dvd bajakan. Ampuun..ampuun jangan dikeroyok :D) dan ceritanya bagus banget selain jg karena si James Mcavoy ganteng banget di situ. Ceritanya sih emang a la fairy tale gitu, tentang cwe yang kena kutukan keluarga. Dia terlahir dengan hidung babi dan kutukan itu akan hilang kalau ada orang yang stratanya sama dengannya yang menyatakan mencintai dirinya (Penelope itu keturunan bangsawan, by the way).

Di pikiran keluarganya, hanya Prince charming berdarah biru lah yang bisa menghancurkan kutukan itu. Ternyata oh ternyata yang menghancurkan kutukan itu adalah si Penelope sendiri ketika dia bilang (kalo ga salah) kira-kira begini "I love myself just the way I am" (klo mau tau cerita selanjutnya tonton deh filmnya, takut dikira spoiler nih hehehe).

Yang mau saya bahas di sini adalah betapa saya tuh dulu jarang banget yah bersyukur atas apa yang Tuhan titipkan melalui tubuh saya. Saya jg pernah tuh kena krisis pede atas tubuh saya pas sma sampe kuliah. Adaaaa ajah keluhannya tentang badan ini. Kurang tinggi lah (catatan: badan saya emang asli kecil mungil, tinggi saya cuma 150 cm lebih dikiiiit hahaha), kurang putih lah, hidung ga mancung lah, dan banyak lagi keluhan lainnya soal tubuh dan wajah. Jarang banget tuh dulu saya dengan kepala tegak berani bilang: "Saya itu cantik, tau!!!"

Hehehehe ini rasanya bentar lagi saya dihajar massa nih karena narsis :D tapi beneran sekarang saya (alhamdulillah) udah ga lagi kena krisis pede dan berani bilang :"Saya itu cantik, tauuu!!!" Saya percaya bahwa semua perempuan itu cantik dengan ciri khasnya tersendiri. Ga ada perempuan yang ga cantik, perempuan kan makhluk terindah yang diciptakan oleh Tuhan. Bikinnya aja hati-hati benerrrr *lebay nya kumat :D*

Penelope aja yang punya hidung seperti babi bisa bilang "I love myself just the way I am". Kita juga dong harus gituu...walaupun rasanya kita kegemukan, atau kurang tinggi, atau kekurusan, atau kulit kita ga putih kaya di iklan produk kecantikan, tapi kita (perempuan) itu cantik kok :)

Hihihi...maap bukan mau menggurui (lah, saya emang guru hehehehe). Yuk para perempuan Indonesia, kita sama-sama bilang: "Saya itu cantik, tauuu!!!"

Cheers ^_^